Bagaimana cara menghitung frekuensi disuatu daerah di dalam citra? Apakah dari nilai grey level (RGB) di suatu pixel? Kurang tepat! Marilah kita lihat pada ilustrasi dibawah ini.
Andaikan ada sebuah citra dengan ukuran (resolusi) 3x5 pixels. Perhatikan dua kemungkinan nilai pixels pada dua citra di atas. Apakah mereka mempunyai informasi yang tinggi? Jawabannya tidak. Karena kedua citra di atas hanyalah citra berwarna hitam (sebelah kiri), dan citra berwarna putih semua (sebelah kanan).
Perhatikanlah ketiga citra dibawah ini.
Yak, ketiga citra di atas mempunyai nilai informasi yang lebih tinggi, ketimbang kedua citra sebelumnya. Kalau diperhatikan citra pertama adalah sebuah citra yang berisi dua garis vertikal. Citra yang kedua, berisi 1 garis horisontal, dan citra yang ketiga memiliki 3 garis diagonal.
Jadi kita bisa katakan kalau frekuensi didapatkan dengan melihat selisih nilai grey level dua pixel. Semakin tinggi selisihnya (frekuensinya), semakin tinggi nilai informasinya pada daerah tersebut.
Kalau dilihat dari contoh di atas, kita bisa melihat ada sedikitnya 3 macam frekuensi. Frekuensi horizontal, frekuensi vertikal, dan frekuensi diagonal. Jadi dalam suatu citra, bisa saja memiliki frekuensi tinggi horizontal pada banyak daerah, namun hanya memiliki frekuensi rendah vertikal (contoh pada citra pertama).
Sebenarnya, nilai frekuensi ini lazim disebut sebagai edge (sisi). Jadi jika kita mendengar istilah edge detection, artinya metode tersebut akan mendeteksi frekuensi tinggi citra (edges yang ada dicitra) dari citra yang diolah. Dan, ada beberapa edge detection yang hanya dapat mendeteksi edge horizontal (frekuensi tinggi vertikal).
Jadi kita bisa katakan kalau frekuensi didapatkan dengan melihat selisih nilai grey level dua pixel. Semakin tinggi selisihnya (frekuensinya), semakin tinggi nilai informasinya pada daerah tersebut.
Kalau dilihat dari contoh di atas, kita bisa melihat ada sedikitnya 3 macam frekuensi. Frekuensi horizontal, frekuensi vertikal, dan frekuensi diagonal. Jadi dalam suatu citra, bisa saja memiliki frekuensi tinggi horizontal pada banyak daerah, namun hanya memiliki frekuensi rendah vertikal (contoh pada citra pertama).
Sebenarnya, nilai frekuensi ini lazim disebut sebagai edge (sisi). Jadi jika kita mendengar istilah edge detection, artinya metode tersebut akan mendeteksi frekuensi tinggi citra (edges yang ada dicitra) dari citra yang diolah. Dan, ada beberapa edge detection yang hanya dapat mendeteksi edge horizontal (frekuensi tinggi vertikal).
Untuk penutup, marilah kita lihat salah satu hasil Edge Detection dari citra di bawah ini.


Kita lihat pada citra edge (sebelah kanan). Kita lihat bahwa ada beberapa edge yang sangat terang, dan ada yang tidak begitu terang/jelas. Daerah yang memiliki edges terang memiliki frekuensi lebih tinggi ketimbang daerah yang memiliki edges kurang terang, atau tidak memiliki edge sama sekali.
Baik, sampai disini, kita telah membahas mengenai apa itu frekuensi. Frekuensi menjadi salah satu komponen terpenting dalam pengolahan citra, karena frekuensi menjadi salah satu penyimpan informasi citra. Kita tau bahwa dengan menggunakan frekuensi, kita bisa mendapatkan sisi-sisi (edges) dari citra.
Baik, sampai disini, kita telah membahas mengenai apa itu frekuensi. Frekuensi menjadi salah satu komponen terpenting dalam pengolahan citra, karena frekuensi menjadi salah satu penyimpan informasi citra. Kita tau bahwa dengan menggunakan frekuensi, kita bisa mendapatkan sisi-sisi (edges) dari citra.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar